nota-nota masih belum pudar tulisannya,
ianya sama segar dalam benak aku dan dia,
berbuku-buku aku menulis untuknya,
ianya bagai bulan mengambang purnama,
dan masih menghayati detik-detik bahagia bersama,
serta cebisan lerek seyumannya.
hari-hariku bergelumang perasaan yang tidak basi-basi,
tercampur baur noda-noda imbauan bibirmu yang melirik,
kau bukan adaptasi cinderella, beauty & beast mahupun snow white,
tapi kau adalah bunga mekar yang buat aku membatu di sudut tingkah laku mahupun wajah,
bertahun masa lama menunggu,
jika rumah, sudah luntur warna dindingnya,
tapi hati merah ini tidak luntur dan masih lagi mengepam roh-roh cinta,
yang membuat semangatku menjadi dinding yang tidak akan menyembah bumi
aku meriwayatkan doa-doa kudus pada yang Esa,
agar didengariNya,
agar melupakan hitam
dan kejernihan ku kirimkan padamu,
kerna aku masih mengharap seibu janji yang kita ungkap dulu,
dan aku masih menanti hingga lerai dan rebah
benar, kau sudah lain kini,
pergimu bukan membawa diri,
tapi hati kecilmu,
yang masih mempunyai sekelumit rasa ingin cinta
kini aku bukan berputus lelah ditengah jalan,
cuma hati aku bukanlah seperti lautan luas
untuk kau uji bom-bom nuklear maha dasyhat dari hatimu,
kau kata hati aku bukan si jalang yang seperti lain,
kau kata hati aku tepu,
tapi hati tepu inilah yang menyimpan segala rasa hati,
dan kini hati ini rasa mati,
aku gunungkan harapan
untuk pautkan rantai kasih antara kita
yang dulu terputus yang tiada duga,
tetapi ianya musnah dek pinggir bibirmu
yang sangat angkuh akan asmara barumu itu
asmara baru yang buat kau buta padaku.
Yawww!! THE BEST!
ReplyDelete